Oleh: 88anang | September 1, 2010

Kamus ringkas Audit : O, P, Q, R

– O –

Objectivity :
Tidak memihak dalam melakukan semua jasa profesional.

Observation :
Penggunaan pengertian untuk menilai aktivitas-aktivitas tertentu.

Occurence Rate :
Rasio item-item dalam suatu populasi yang terdiri dari satu atribut khusus terhadap angka total dari item populasi.

Omitted Procedures :
Gagal menerapkan suatu prosedur audit yang penting yang diperlukan untuk mendukung opini dalam laporan keuangan.

Operation Effectiveness :
Bagaimana kebijakan struktur pendendalian intern atau prosedur diterapkan, konsistensi kebijakan tersebut diterapkan, dan oleh siapa.

Operating Method :
Suatu metode akuntansi untuk pendapatan sewa guna usaha, yaitu pendapatan sewa secara agregat dilaporkan sebagai pendapatan selama umur sewa guna usaha.

Operational Audit :
Suatu reviu secara sistematik kegiatan organisasi , atau bagian daripadanya, dalam hubungannya dengan mengevaluasi kinerja, mengidentifikasikan kesempatan untuk peningkatan dan membuat rekomendasi perbaikan.

Opinion :
Pernyataan Pendapat yang diambil oleh seorang auditor sebagai hasil dari suatu pengujian audit.Pada audit atas Laporan Keuangan terdapat empat jenis opini, yaitu (1) Unqualified Opinion atau Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian, (2) Qualified Opinion atau Wajar Dengan Pengecualian, (3) Adverse Opinion atau Pendapat Tidak Wajar, dan (4) Disclaimer atau Pernyataan Tidak Memberikan Pendapat.

Opinion Paragraph :
Paragraf dari laporan auditor yang mengkomunikasikan tingkat tanggung jawab yang auditor pikul atas laporan keuangan.

Opinion Shopping :
Pencarian entitas untuk dukungan suatu praktek akuntansi yang dapat diterima secara marginal dengan mengumpulkan opini-opini dari kantor akuntan yang berbeda terhadap kesesuaian dari praktek akuntansi.

Ordinary Negligence :
Kekurangan dalam memberi perhatian dalam pelaksanaan tugas-tugas akuntansi yang profesional, memberi perhatian dengan cermat (due care) menyatakan secara tidak langsung penggunaan pengetahuan, ketrampilan, dan pertimbangan yang biasanya dimiliki oleh praktisi dalam keadaan praktek yang sama.

Organisasi :
Sebuah kelompok manusia yang berinteraksi melakukan berbagai kegiatan secara terkoodinasi sebagai suatu kesatuan tersendiri untuk mencapai cita-cita, misi, atau tujuan.

Organization Plan :
Divisi dari wewenang, tanggung jawab, dan kewajiban di antara anggota-anggota dari suatu organisasi.

Organizational Audit :
Suatu audit operasional yang berhubungan dengan unit organisasi secara keseluruhan, seperti suatu departemen, cabang, atau anak perusahaan, untuk menentukan bagaimana fungsi-fungsi berinteraksi secara efisien dan efektif.

Other Auditors :
Auditor independen lain yang telah mengaudit laporan keuangan dari satu atau lebih anak perusahaan, divisi, cabang-cabang, komponen-komponen, atau investasi yang termasuk dalam laporan keuangan yang seorang auditor prinsipal menyatakan suatu pendapat.

Other Information :
Informasi dalam laporan tahunan yang disusun oleh manajemen dan didistribusikan kepada pemegang saham dan pihak lain sebagai tambahan terhadap laporan keuangan yang diaudit dan laporan auditor yang independen, seperti pesan direktur perusahaan, uraian operasi dan lain-lain.

Outside Documentation :
Data di luar operasi klien, seperti kopi dari perjanjian klien, yang telah dikumpulkan oleh auditor.

Overall Audit Objectives :
Pernyataan suatu opini atas kewajaran, yaitu laporan keuangan menyajikan posisi keuangan, hasil operasi dan arus kas sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku secara umum.

– P –

Payroll and Personnel Cycle :
Siklus transaksi yang mulai dengan penemuan personel, termasuk memperoleh dana akuntansi untuk jasa dari karyawan, dan berakhir pada pembayaran kepada karyawan untuk jasa yang dilaksanakan dan kepada pemerintah untuk PPH (Pajak Penghasilan) dan lain-lain.

Payroll Journal :
Suatu buku harian untuk mencatat pengupahan; Biasanya menunjukkan pembayaran kotor, PPH, dan pembayaran bersih.

Peer Review :
Pengujian oleh akuntan terdaftar mengenai ketaatan kantor akuntan terhadap sistem pengendalian mutu.

Personnel Records :
Catatan-catatan yang terdiri dari data seperti tanggal kerja, investigasi personel, tingkat pembayaran, pengurangan-pengurangan yang diotorisasi, penilaian kinerja/performa, dan pemberhentian kerja.

Persuasiveness :

  • Suatu karakteristik dari buku yang membuat bukti tersebut cukup dalam arti kualitas atau kuantitas untuk memungkinkan auditor mencapai suatu kesimpulan.
  • Mutu yang diyakini atas bukti-bukti, yaitu relevan, kompeten, cukup, dan tepat waktu.

Pervasive :
Suatu masalah yang demikian signifikan, baik secara kuantitatif ataupun kualitatif, yang mempengaruhi jumlah dan penyajian dari berbagai item laporan keuangan, sehingga laporan keuangan  secara keseluruhan tidak dapat dipercayai.

Phases of Audit Process :
Empat aspek dari suatu audit yang lengkap, yaitu;
(1) Perencanaan dan desain audit;
(2) Pengujian pengendalian dan transaksi;
(3) Melakukan prosedur-prosedur audit dan pengujian detail saldo-saldo, dan
(4) Menilai hasil akhir dan mengkomunikasi temuan kepada klien.

Physical Examination :
Inspeksi auditor atau perhitungan suatu aktiva yang berwujud.

Physical Representation of Population :
Populasi di mana auditor mengambil sampel. Gambaran fisik dari populasi berbeda dengan populasi yang benar (true population) ketika ia tidak termasuk item-item yang ada dalam populasi yang benar, contohnya, auditor mengambil sampel dari suatu neraca saldo piutang yang mungkin dan mungkin tidak termasuk seluruh piutang yang sebenarnya.

Piecemeal Opinion :
Pernyataan opini terhadap akun-akun tertentu yang dapat diidentifikasi dalam laporan keuangan.

Placed in Operation :
Suatu entitas sedang menggunakan suatu kebijakan struktur pengendalian intern atau prosedur.

Planned Detection Risk (PDR) :
Suatu tolok ukur dari resiko, yaitu bukti audit untuk suatu segmen akan gagal untuk mendeteksi kesalahan-kesalahan melebihi suatu jumlah yang dapat ditoleransi, seharusnya terdapat kesalahan demikian ;

PDR      =   AAR/(IR x CR)

Yaitu  AAR  = Acceptable Audit Risk
IR  = Inherent Risk
CR = Controlled Risk

Planned Level of Substantive Test :
Sifat, waktu dan luasnya pengujian substantif untuk suatu pernyataan yang tegas, yang sahamnya berbeda secara berlawanan dengan tingkat yang dinilai dari risiko pengendalian untuk pernyataan yang tegas tersebut.

Planned Torelable Rate :
Tingkat maksimum dari deviasi seorang auditor akan diterima tanpa mengubah penilaian risiko pengendalian.

Plansible Relationships :
Hubungan sebab akibat yang logis.

Pledging of Receivables :
Memberikan kepada bak, “faktor”, perusahaan keuangan, atau peninjauan yang lain suatu tuntutan yang eksklusif.

Point Estimate :
Suatu metode untuk memproyeksi dari sampel terhadap populasi untuk memperkirakan kesalahan populasi, biasanya digunakan untuk mengasumsikan bahwa kesalahan-kesalahan dalam populasi yang tidak diaudit adalah proporsional terhadap kesalahan-kesalahan yang benar-benar ditemukan dalam sampel.

Population :
Seluruh medan (field) dari item yang suatu sampel dapat ditarik/diambil.

Positive Confirmation :
Suatu surat yang dikirim kepada debitor, meminta debitor menunjukkan secara langsung pada surat apakah saldo akun yang dinyatakan adalah benar atau salah dan, apabila salah, seharusnya jumlahnya berapa.

Precedent :
Suatu prinsip hukum yang berkembang dan keputusan pengadilan hukum umum dan kemudian berlaku sebagai standar untuk keputusan pada masa yang akan datang dalam kasus yang sama.

Precision :
Suatu tolok ukur dari akurasi/ketepatan yang diterapkan dalam pengujian audit.

Predecessor Auditor :
Kantor akuntan yang sebelumnya berlaku sebagai auditor, akan tetapi telah melepaskan penugasan sekarang atau telah diberitahu bahwa jasanya telah dihentikan.

Preliminary Estimates of Materiality :
Estimasi dari materialitas yang dilakukan selama perencanaan audit.

Preliminary Judgement About Materiality :
Jumlah maksimum yang auditor percaya laporan keuangan mungkin salah dinyatakan dan masih belum mempengaruhi keputusan dari pemakai yang wajar; digunakan dalam perencanaan audit.

Preliminary Survey :
Suatu proses dalam suatu audit operasional untuk mendapatkan familiarisasi operasi yang diaudit.

Presentation and Disclosure Asertion :
Pernyataan oleh manajemen bahwa komponen-komponen laporan keuangan secara tepat diklasifikasi, diuraikan, dan diungkapkan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Price Test :
Melakukan “vounching” atas harga-harga yang digunakan dalam menyusun persediaan untuk mendukung penilaian persediaan yang tepat.

Pricing :
Menguji harga unit klien untuk menentukan apakah harga tersebut benar atau tidak.

Primaliry Substantive Approach :
Suatu strategi audit, yaitu auditor mengumpulkan seluruh atau sebagian besar bukti dengan pengujian substantif; sedikit atau tidak ada kepercayaan diberikan untuk pernyataan- pernyataan tegas (assertion) yang relevan.

Primaliry Lamingo per Share :
Suatu penyajian pendapatan per saham berdasarkan saham biasa yang beredar dan surat-surat berharga yang merupakan ekuivalen dalam substansi terhadap saham biasa dan mempunyai suatu dampak dilutif.

Principal Auditor :
Auditor yang menggunakan pekerjaan dan laporan dari akuntan publik independen yang lain, yang telah menguji laporan keuangan dari satu atau lebih anak perusahaan, cabang-cabang, dan segmen lain dari klien auditor utama.

Principles of the Code :
Bagian dari “Code of Professional Conduct” dari AICPA yang menyatakan tanggung jawab profesi kepada publik, klien, dan kolega, dan memberikan suatu kerangka kerja untuk aturan-aturan (rules).

Privilaged Communication :
Hak dari profesional tertentu untuk memegang infromasi yang diperoleh dari klien, walaupun dalam suatu pengadilan dari hukum.

Privilaged Information :
Informasi klien yang profesional tidak dapat secara legal disyaratkan untuk memberikan: informasi yang seorang akuntan peroleh dari seorang klien yang rahasia tetapi tidak diistimewakan.

Privity :
Hubungan kontraktual antara auditor dan klien untuk pelaksaan jasa profesional.

Privity of Constract :
Hubungan yang diadakan dalam suatu kontrak antara pihak-pihak dalam kontrak tresebut.

Probabilistic Sample Selection :
Suatu metode pemilihan sampel, yaitu setiap item populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih.

Probability-Proportional-to-Size Sampling :
Suatu prosedur sampling variabel yang menggunakan teori untuk menyatakan suatu kesimpulan dalam jumlah moneter.

Process :

Sistem operasi yang didesain untuk memecahkan permasalahan atau menghasilkan hasil tertentu.

Profession :
Suatu aktivitas yang meliputi tanggung jawab untuk memberi pelayanan kepada publik, mempunyai kerangka pengetahuan yang kompleks, mempunyai standar izin masuk, dan harus mendapat kepercayaan dari publik.

Professional Corporation :
Suatu bentuk organisasi untuk praktek profesional yang sekarang diperbolehkan di Amerika Serikat. “Professional Corporations” memungkinkan praktisi untuk membatasi eksposure mereka terhadap kewajiban hukum dan untuk memperoleh manfaat pajak dari penggabungan. Semua pemegang saham dan direksi dari “Professional Corporations” harus merupakan praktisi yang berizin dari profesi.

Professional Skepticism :
Sikap mental dari akuntan publik terdaftar ketika merencanakan dan melaksanakan suatu audit yang mengasumsikan baik atas ketidakjujuran tertentu, ataupun kejujuran yang tidak dipertanyakan dari manajemen dan karyawan dari entitas yang diaudit.

Proforma Financial Statements :
Laporan keuangan yang memberi dampak pada peristiwa-peristiwa kemudian walaupun mereka telah terjadi pada tanggal neraca.

Projections :
Laporan keuangan prospektif yang disajikan posisi keuangan suatu entitas dan hasil operasi serta arus kas untuk periode yang akan datang, berdasarkan pengetahuan dan kepercayaan yang paling baik dari pihak yang bertanggung jawab, memberikan satu atau lebih asumsi-asumsi hipotesis.

Projected Error :
Dalam “probability-to-size sampling”, suatu jumlah yang dikalkulasi untuk unit-unit logika kurang dari interval sampling dengan mengalikan persentase kesalahan (the tainting) terhadap interval sampling.

Proof of Cash :
Bentuk empat kolom yang digunakan auditor untuk merekonsiliasi catatan bank dari saldo awal klien, penerimaan kas yang disetor, cek-cek yang batal, dan saldo akhir untuk periode yang bersangkutan, dengan catatan-catatan klien.

Property, Plan and Equipment :
Aktiva-aktiva berwujud, termasuk tanah, struktur bangunan, dan peralatan, yang sifatnya jangka panjang dan dapat tahan lama sifatnya, yang digunakan dalam operasi, dan biasanya disusutkan.

Proposal Letter :
Suatu surat dari auditor untuk seorang klien potensial yang menyajikan informasi tentang kantor audit dan kemampuan perusahaan untuk melakukan audit dan jasa lain untuk klien yang potensial.

Prospective Financial Statements :
Laporan keuangan yang berhubungan dengan data masa datang yang diharapkan daripada data historis.

Prudent Person Concept :
Gagasan yang menyatakan bahwa seseorang mempunyai kewajiban untuk melaksanakan secara cermat dalam performa dari kewajibannya terhadap yang lain.

Prudent Practitioner Concept :
Suatu tolok ukur, yaitu pelaksanaan kegiatan yang dapat dinilai berdasarkan apa yang telah dilakukan oleh pelaksana dalam kemahiran profesionalnya pada keadaan yang sama.

Public Warehouse :
Gudang yang dioperasikan oleh pihak ketiga, yaitu entitas yang berbeda menyimpan persediaan mereka.

Publicly Held Corporations :
Perusahaan-perusahaan yang sahamnya diperdagangkan secara umum/publik; secara tipikal, terdapat banyak pemegang saham dan perubahan-perubahan yang sering dalam kepemilikan saham.

Purchase Order :
Suatu dokumen yang mencatat uraian, kuantitas, dan informasi yang berhubungan untuk barang-barang dan jasa-jasa yang perusahaan bermaksud membeli.

Purchase Requisition :
Permintaan oleh seorang karyawan yang berwenang kepada departemen pembelian untuk menempatkan suatu pesanan persediaan dan item-item lain yang digunakan suatu entitas.

– Q –

Qualified Opinion :
Pernyataan Pendapat yang diberikan oleh auditor bahwa laporan keuangan secara keseluruhan disajikan secara wajar, akan tetapi ada beberapa unsur yang dikecualikan, yang pengecualiannya tidak mempengaruhi kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan. Opini ini diberikan jika terdapat salah satu atau keseluruhan dari kondisi (1) Lingkup audit dibatasi oleh klien , (2) auditor tidak dapat melaksanakan prodesur audit yang penting atau mendapat informasi penting karena di luar kekuasaan klien atau auditor, (3) laporan keuangan tidak disusun sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umu, dan (4) prinsip akuntansi yang digunakan tidak diterapkan secara konsisten.

Qualifying Languange :
Bahasa yang diselipkan dalam paragraf, opini dan kadang-kadang dalam paragraf ruang lingkup, untuk mengurangi tanggung jawab yang dipikul oleh auditor atas laporan keuangan klien.

Quality Control Standards :
Standar-standar untuk menentukan kebijakan-kebijakan pengendalian mutu dan prosedur-prosedur yang memberikan kepastian yang wajar bahwa semua audit dari kantor akuntan dilakukan sesuai dengan standar-standar auditing yang berlaku umum.

Quality Review :
Penyajian prosedur-prosedur pengendalian mutu suatu kantor akuntan oleh kantor akuntan lain.

– R –

Random Number Table :
Suatu daftar dari angka random yang independen yang dengan baik tersusun dalam tabel untuk memudahkan pemilihan dari angka-angka random dengan angka multipel.

Random Sample :
Suatu sampel, yaitu setiap kombinasi item yang mungkin dalam populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi sampel; suatu sampel random dapat diperoleh dengan menggunakan tabel angka random (random number table), program komputer, atau sampling sistematis.

Random Selection :
Memilih item dari suatu populasi dalam keadaan setiap item mempunyai kesempatan yang sama untuk dimasukkan sebagai sampel.

Ratio Analysis :
Suatu perbandingan hubungan antara perkiraan laporan keuangan.

Ratio Estimation :
Suatu metode sampling variabel (variables sampling), yaitu auditor melakukan estimasi mengenai kesalahan populasi dengan mengalikan bagian dari rupiah sampel dalam kesalahan terhadap nilai buku populasi total yang tercatat.

Realizable Value (Of Accounts Receivable) :
Jumlah saldo yang beredar dalam piutang dagang yang pada akhirnya akan ditagih.

Reasonable Assurance :
Konsep bahwa maksud dari laporan audit adalah memberikan pemakai suatu tingkat kepercayaan bahwa setiap pernyataan salah yang material dalam laporan keuangan akan dideteksi; laporan audit tidak menjamin kebenaran dari laporan keuangan.

Reasonableness Tests :
Kertas kerja yang menunjukkan perhitungan-perhitungan auditor dalam menentukan apakah suatu saldo perkiraan tampak wajar atau tidak.

Reassure :
Memperbaiki kepercayaan; mengkonfirmasi ulang dalam opini atau impresi. Konfirmasi positif dari kinerja seperti yang dimaksudkan.

Receiving Report :
Suatu dokumen yang dibuat oleh departemen penerimaan pada waktu barang-barang yang berwujud diterima, menunjukkan uraian dari barang-barang, kuantitas yang diterima, tanggal penerimaan dan data relevan yang lain; laporan penerimaan barang merupakan bagian dari dokumentasi yang perlu pada saat pembayaran dilakukan.

Reclassification Entries :
Ayat-ayat jurnal yang dilakukan dalam laporan keuangan untuk menyajikan informasi akuntansi secara benar, walaupun saldo-saldo buku besar umum adalah benar.

Reconcile :
Menentukan kesesuaian antara dua kumpulan. Catatan yang secara independen diadakan, akan tetapi berhubungan. Misalnya, perkiraan buku besar kas di bank direkonsiliasi dengan rekening koran bank, dan catatan kantor pusat atas pengiriman ke suatu kantor cabang direkonsiliasi dengan catatan penerimaan yang diadakan oleh kantor cabang.
Merekonsiliasi adalah mencocokkan dua sumber yang terpisah mengenai hal yang sama, dan kalau terdapat perbedaan, perbedaan tersebut harus dapat dijelaskan. Misalnya merekonsiliasi perkiraan besar piutang dengan buku tambahannya, atau saldo dalam buku bank dengan saldo menurut rekening koran bank (bank statement) atau keuntungan dalam perhitungan rugi-laba menurut prinsip akuntansi yang berlaku umum dan yang dibuat berdasarkan peraturan perpajakan.

Reconciliation of Amounts :
Suatu skedul pendukung yang menyokong suatu jumlah angka tertentu; jumlah tersebut biasanya mengaitkan jumlah yang tercatat dalam catatan klien terhadap sumber informasi yang lain, seperti rekening koran dan konfirmasi pelanggan.

Reconciliation Schedule :
Suatu skedul yang mendukung suatu perkiraan tertentu dengan membandingkan total kertas kerja neraca saldo (working trial balance total) terhadap sumber lain.

Records :

  • Buku harian, buku besar, dan item-item yang sejenis di mana transaksi-transaksi dimasukkan dan akun-akun diadakan.
  • Suatu kumpulan berbagai pos data yang saling berhubungan.

Catatan : Dalam suatu pengolahan pembayaran upah misalnya, suatu tarif upah pegawai merupakan suatu pos. Suatu set ke semua pos yang berhubungan dengan seorang pegawai tertentu merupakan suatu catatan. Dan suatu set yang lengkap mengenai berbagai catatan pegawai merupakan suatu berkas.

Regression Analysis :
Suatu metode menilai kewajaran dari suatu saldo yang tercatat, yaitu analis menghubungkan saldo perkiraan total terhadap informasi relevan yang lain dengan menggunakan alat-alat statistik.

Regularity Audit :
Suatu pengujian dari prosedur-prosedur pengendalian intern untuk memastikan ketaatan terhadap peraturan organisasi.

Related Parties :
Perusahaan-perusahaan afiliasi, pemilik prinsipiil dari perusahaan klien, dan setiap pihak yang lain dapat mempengaruhi manajemen atau kebijakan operasi dari perusahaan klien atau satu sama lain.

Related-Party Transaction :
Setiap transaksi antara klien dan pihak yang berhubungan.

Relative Risk :
Bahaya dalam suatu penugasan audit khusus mengenai kesalahan yang substansial dan penyajian yang salah dalam perkiraan-perkiraan dan laporan keuangan.

Relevance :
Hubungan dari bukti terhadap tujuan yang diuji.

Remittance Advice :
Suatu dokumen yang menyertai pengiriman kas dari pelanggan yang mengidentifikasi pelanggan dan jumlah dari pengiriman uang.

Reperformance :
Teknik mengumpulkan bukti-bukti tentang aktivitas-aktivitas klien dengan melakukan kembali aktivitas-aktivitas klien yang tercakup dalam proses akuntansi dan membandingkan hasil dengan hasil klien.

Report Date :
Tanggal dari laporan auditor, yang biasanya bertepatan dengan hari terakhir dari pekerjaan lapangan.

Report File :
Suatu berkas yang memuat berbagai catatan yang merupakan suatu laporan transaksi dan/atau hasil suatu pekerjaan pengolahan data.

Report on Internal Control :
Tipe laporan ini dapat didasarkan pada baik studi khusus dari pengendalian intern atau semata-mata didasarkan pada pertimbangan auditor atas pengendalian intern yang dilakukan selama suatu audit atas laporan keuangan klien.

Reportable Condition :
Suatu masalah yang mendapat pehatian auditor, yang merupakan suatu defisiensi/kekurangan yang signifikan dalam desain atau memfungsikan struktur pengendalian, yang dapat secara buruk mempengaruhi kemampuan organisasi untuk mencatat, memproses, mengikhtisarkan, dan secara tepat melaporkan data keuangan. Masalah-masalah yang mendapat perhatian auditor, yaitu dalam pertimbangannya, harus dikomunikasikan kepada panitia audit karena masalah-masalah tersebut merupakan kekurangan-kekurangan yang signifikan dalam desain atau operasi dari struktur pengendalian intern, yang dapat secara buruk mempengaruhi kemampuan organisasi dalam mencatat, meringkaskan, dan melaporkan data keuangan konstan dengan asersi-asersi manajemen dalam laporan keuangan.

Representation By Third Parties :
Suatu tipe bukti yang diperoleh auditor melalui korespondensi langsung dengan individual atau entitas bukan klien.

Representation By Client Personnel :
Suatu tipe bukti yang diperoleh oleh auditor melalui tanya jawab dengan personel klien.

Representative Sample :
Suatu sampel yang karakteristik-karakteristiknya adalah sama dengan karakteristik-karakteristik populasi.

Request for Statement of Account :
Suatu permintaan dari klien bahwa seorang pemasok memberikan suatu pernyataan kepada auditor tentang saldo yang terutang oleh klien. Prosedur ini digunakan untuk menentukan eksistensi, kelengkapan, dan penilaian dari utang dagang klien.

Restrictive Endorsement :
Mengendorse (menguasakan) suatu cek. Agar cek tersebut hanya didepositokan dalam perkiraan bank suatu entitas. Endorsemen demikian sering tercantum “untuk deposito saji ke akun perusahaan ABC”.

Revenue Cycle :
Pertukaran dari barang-barang dan jasa suatu entitas untuk kas.

Revenue Expenditure :
Pengeluaran untuk aktiva tetap yang secara tepat dibebankan sebagai perkiraan biaya.

Review :
Suatu tugas pengesahan (attest engagement) yang berakibat dalam suatu kepastian negatif karena kesadaran praktisi tentang sesuatu informasi yang menunjukkan bahwa ketegasan tidak disajikan sesuai dengan kriteria yang aplikabel.

Review of Financial Statements :
Pelaksanaan dari prosedur- prosedur investigatif yang terbatas, yang secara substansial kurang dalam ruang lingkup daripada audit yang dilakukan sesuai dengan standar- standar audit yang berlaku umum. Prosedur-prosedur memberikan akuntan publik suatu dasar untuk memberikan kepastian yang tebatas (limited assurance) bahwa laporan keuangan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Review of Operations :
Aplikasi prosedur- prosedur analisis terhadap Perhitungan Rugi Laba untuk mengidentifikasi dan menginvestigasi jumlah yang tidak biasa dan perbedaan-perbedaan.

Revised Judgement About Materiality :
Suatu perubahan dalam pertimbangan pendahuluan auditor, yang dilakukan pada saat auditor menentukan bahwa pertimbangan pendahuluan adalah terlalu besar atau terlalu kecil.

Rights and Obligations Assertion :
Pernyataan oleh manajemen bahwa aktiva yang dicatat adalah benar-benar hak dari klien dan utang dicatat adalah benar-benar dimiliki oleh klien.

Risk :
Ketidakpastian akan terjadinya suatu kejadian yang mungkin memiliki pengaruh terhadap pencapaian tujuan. Risiko diukur dalam hal pengaruh dan kemungkinannya.

Risk Management :
Suatu proses yang dirancang untuk mengidentifikasi, mengelola, dan mengendalikan kejadian-kejadian potensial untuk memberikan keyakinan memadai menurut pencapaian tujuan organisasi.

Risk of Incorrect Acceptance (Beta Risk) :
Risiko bahwa hasil sampel akan menunjukkan bahwa suatu populasi tidak secara material salah dinyatakan padahal dalam kenyataan, ia secara material salah dinyatakan.

Risk of Incorrect Rejection (Alpha Risk) :
Risiko bahwa hasil sampel akan menunjukkan bahwa suatu populasi secara material salah dinyatakan padahal, dalam kenyataan, ia tidaklah demikian.

Risk of Over Reliance :
Risiko bahwa hasil sampel mendukung tingkat yang direncanakan dari kepercayaan atas pengendalian ketika tingkat deviasi yang benar dalam populasi adalah sedemikian besar untuk tidak menjustifikasi kepercayaan demikian.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: