Oleh: 88anang | Agustus 6, 2010

Indahnya Do’a

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Aku bersaksi bahwasanya tiada Tuhan selain Allah, dan aku pun bersaksi bahwasanya Muhammad itu utusan Allah. Sholawat dan salam semoga selalu dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad swa. beserta keluarga dan sahabat-sahabatnya sampai akhir zaman.

Di tengah pusaran perjalanan kehidupan, kita sering dihadapkan pada berbagai macam persoalan hidup. Mulai dari yang ringan hingga berat, persoalan itu datang silih berganti seolah tiada mau berhenti. Berbekal kemampuan akal dan pikiran yang kita miliki permasalahan hidup yang mendera itu kita selesaikan.

Namun kadangkala beban persoalan itu tidak mampu kita pecahkan atau selesaikan. Bahkan persoalan menjadi semakin berat. Bagaikan beban yang semakin menghimpit ruang hidup. Daya nalar kita seolah-olah tak punya kuasa. Semua kemampuan yang ada seperti tak berarti. Yang tersisa pada kita hanya ketidakberdayaan.

Allah ta’ala berfirman :

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
“Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.’ Sesungguhnya orang-orang yang  menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina”. (QS : Gafir : 60)

Begitulah. Dengan segala keagungan, kebesaran, dan kekuasaan-NYA, ALLAH akan memberikan pertolongan dan perkenan-NYA kepada umat manusia yang beriman melalui do’a-do’a yang dilantunkannya.

Sesungguhnya do’a adalah jalan keselamatan, tangga pengantar, sesuatu yang dituntut oleh orang-orang yang berpengetahuan, kendaraan orang-orang shalih, tempat berlindung bagi kaum yang terzalimi dan tertindas. Melalui doa,  nikmat diturunkan dan melaluinya pula murka dihindarkan. Alangkah besar kebutuhan para hamba Allah akan do’a. Seorang muslim sudah seharusnya tidak akan pernah bisa lepas dari kebutuhan akan do’a dalam setiap situasi dan kondisinya.

Dan do’a itu menunjukan sifat tawakal kepada Allah SWT, hal itu dikarenakan orang yang berdo’a dalam kondisi memohon pertolongan kepada-Nya, menyerahkan urusan hanya kepada-nya bukan kepada yang lain-Nya. Sebagaimana doa juga merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan bentuk pemenuhan akan perintah-Nya.

Dalam surat Al Baqarah ayat 186 Allah berfirman :
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah : 186)

Allah akan mengabulkan permohonan dan do’a umat manusia yang beriman apabila mereka berdo’a dengan bersungguh-sungguh seraya berharap hanya ALLAH yang bisa memberikan pertolongan. Karena dengan berdo’a Allah akan dekat.

Dari Anas r.a. mengatakan, bahwa Nabi saw. bersabda : “Allah Ta’ala berfirman, ‘Aku selalu mengikuti sangkaan hamba-KU terhadap diri-KU dan AKU bersamanya jika ia berdo’a kepada-KU’.” (HR. Ahmad)

Abu Harairah r.a. mengatakan, bahwa Nabi saw. bersabda : “Allah Ta’ala berfirman, ‘Aku selalu bersama hamba-KU selama ia ingat (berzikir) kepada-KU dan bibirnya bergerak menyebut nama-KU’.” (HR. Ahmad)

Setiap kalimat toyibah dan do’a yang terlantun dari bibir kita akan selalu mendekatkan diri kita dengan ALLAH Ta’ala. Dia akan mendekati kita apabila kita selalu mengingat dan menyebut nama-NYA. Tiada kenikmatan dan kebahagiaan yang abadi di dunia ini melainkan didekati Dia, ALLAH, dzat yang Maha Sempurna dan Maha Kuasa.

Akhirnya dengan melantunkan do’a seperti ayat di bawah ini semoga kita selalu bisa dekat dengan ALLAH dan selamat fid dunya wal akhirat. Amin.
لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلا تُحَمِّلْنَا مَا لا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”. (Surat 2. AL BAQARAH – Ayat 286)

al Aziz


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: