Oleh: 88anang | Mei 9, 2010

Konsep Kebajikan dalam Islam

 

Islam selalu menentang konsep-konsep yang superficial dan ritual, sebagaimana ia juga menentang kepercayaan yang sifatnya terlalu formalitas dan tidak efektif. Dalam Al Qur’an Allah menerangkan pengertian kebajikan menurut pengertian yang sebenar-benarnya, sebagai berikut :
 
"Bukanlah merupakan kebajikan menghadapkan wajah kamu ke arah timur dan barat. Tetapi kebajikan itu ialah ummat yang beriman kepada Allah, Hari Kemudian, Malaikat, Kitab-kitab, Nabi-nabi, dan mendermakan harta yang dicintainya itu kepada keluarga yang terdekat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, orang dalam perjalanan yang kehabisan biaya, orang-orang yang meminta dan memerdekakan hamba-hamba (bdak) dan mendirian shalat, mengeluarkan zakat, menyempurnakan janji apabila berjanji, dan sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa perang. Mereka itulah orang-orang yang benar, dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa." (QS. Al Baqarah : 177)
 
Dalam firman Allah ini jelaslah gambaran baik dan terang tentang kebajikan seorang manusia. Ia mematuhi segala aturan, membuat segala bentuk kegiatannya dan tindakannya atas dasar cintanya kepada Allah dan kecintaanya kepada orang lain adalah didasari oleh pengabdianya kepada Allah.
 
Selanjutnya ada 4 hal yang perlu dikemukakan di sini dan harus menjadi perhatian umat Islam :
 
1. Umat Islam haruslah beriman dengan benar dan tulus;
2. Umat Islam harus memperlihatkan kebenaran dan kebikan kepada sesama umat manusia;
3. Umat Islam haruslah menjadi umat  yang baik dengan memelihara persatuan yang kuat dan membina organisasi sosial yang baik;
4. Umat Islam harus menjadi umat yang tabah dalam menghadapi segala kesulitan dalam berbagai keadaan dan situasi apapun.
 
Karena itu jelaslah bahwa kebajika itu tidaklah melulu sekedar ucapan-ucapan kosong belaka. Ia harus ditegakkan atas keteguhan iman dan amal yang terus menerus. Bila kebajikan-kebajikan dari prinsip-prinsip Islam telah didirikan, maka ia memberikan kedamaian kepada setiap umat, masyarakat mendapatkan keamanan di setiap tingkatan, bangsa mendapatkan solidaritas dari bangsa lain, dan kesatuan serta persatuan internasional mendapatkan kesejahteraan dan ketentraman. Betapa damai dan hidup ini jadinya bila masyarakat berpegang pada kebajikan dari konsep-konsep yang dikemukakan oleh Islam. apakah yang bisa berharga daripada iman terhadap Yang Maha Pencipta dan Yang Maha Penyayang.? Apakah yang lebih manusiawi daripada membebaskan manusia dari segala rasa takut dan putus asa dan melepaskan orang-orang yang membutuhkan pertolongan dari hidupnya yang malang? Dan Apakah yang lebih menyenangkan (dalam masalah spiritual) daripada melakukan semua ini secara teratur, dengan bersungguuh-sungguuh, dan demi cinta yang amat dalam kepada Allah?
 
Walallahu’awam bisshowwab


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: