Oleh: 88anang | April 6, 2010

Surat Al Baqarah ayat 285 dan 286

 

Al Baqarah: 285

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

 

Rasul telah beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): “Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya”, dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat”. (Mereka berdoa): “Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali”.

   
Al Baqarah : 286

لا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلا تُحَمِّلْنَا مَا لا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

 

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”

   
   

 

Dalam ayat ini Allah memuji iman Rasulullah saw. dan kaum mukminin yang meneladani keimanan Rasulullah saw., yakni iman yang mutlak tanpa ragu sedikit pun terhadap semua yang diturunkan Allah kepada Rasulullah saw. berupa ayat al-Qur’an, perintah-Nya, larangan-Nya, hukum-hukum-Nya, dan anjuran-Nya. Demikian pula orang mukmin dalam beriman kepada Allah, sehingga nyata benar bahwa tiada tuhan selain-Nya, juga percaya terhadap semua nabi utusan Allah sebelum Nabi saw. dan semua kitab Allah yang diturunkan sebelum al-Qur’an, tidak membedakan antara seorangpun dari para rasul itu, semuanya jujur, taat, benar dan memimpin manusia ke jalan yang baik dunia akhirat, menurut syari’at yang diwahyukan Allah kepada mereka. Sebagai buktinya mereka berkata, “Kami mendengar semua tuntunan-Mu, ya Allah, dan kami taati, ampunilah segala kekurangan kami dan kepada-Mu, ya Allah, kami akan kembali, untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatan kami.”

Ibnu Jarir meeriwayatkan dari jabir r.a., yang mengatakan, bahwa ketika ayat 285 ini turun, Jibril berkata kepada Nabi saw., “Allah memujimu dan umatmu dan kerena itu anda minta pada-Nya, pasti diberi.” Maka Nabi saw. langsung minta, yaitu ayat : “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan seanggupannya.”

Ayat ini yang me-mansukh-kan ayat yang dirasa berat oleh para sahabat. Karenanya, Allah hanya akan menghisab dalam batas apa yang dapat dikerjakan oleh manusia. Adapun terhadap bisikan setan dan gerak hati yang tidak dapat dielakkan, maka Allah tidak akan memaksakan manusia diluar kekuatannya. Dia akan menerima pahala amal kebaikan dan akan menanggung siksa hukuman dari amal kejahatannya sendiri, kemudian menuntut kami jika kami melanggar karena lupa atau kerena tidak sengaja.” Langsung dijawab oleh Allah. “Ya”

Ibnu Abbas r.a. mengatakan, bahwa Rasulullah saw. bersabda : “Sesungguhnya Allah membebaskan dari umatku kekliruan dan lupa dan yang dipaksakan kepadanya.” (HR. Ibnu Majah)

Ummu Darda r.a. mengatakan, bahwa Nabi saw. bersabda, : “Sesungguhnya Allah memaafkan untuk umatku tiga macam : kekeliruan (tidak disengaja), lupa, dan yang dipaksakan kepadanya.” (HR. Ibnu Abi Hatim)

Abu Bakar berkata, ” Aku ceritakan hadis ini kepada al-Hasan, lalu ia berkata, “Apakah anda tidak membaca ayat : ‘Ya Tuhan kami, jangan hukum kami jika kami lupa atau tersalah’.”

رَبَّنَا وَلا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا maknanya : “Ya Tuhan kami, jangan Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana yang Engkau bebankan atas umat sebelum kami”. Berkaitan dengan hal ini Nabi saw. bersabda, “Aku telah diutus membawa agama yang lurus, ringan dan mudah.”

وَلا تُحَمِّلْنَا مَا لا طَاقَةَ لَنَا بِهِ Maknanya : “Ya Tuhan kami, jangan Engkau pikulkan kepada kami kewajiban dan ujian-ujian yang kami tidak sanggup (kuat) untuk menanggungnya”.

وَاعْفُ عَنَّا maknanya “Maafkanlah kekurangan dan kesalahan kami.”

وَاغْفِرْ لَنَا maknanya “Dan ampuni semua dosa serta perbuatan jelek kami”.

وَارْحَمْنَا Maknanya “Kasihanilah kami dengan selalu memberi taufik dan bimbingan-Mu, ya Tuhan kami, jangan sampai kami terjerumus ke dalam dosa.”

Memang sesorang yang berdosa membutuhkan tiga hal : 1) Maaf dan ampunan Allah; 2) Allah menutup dosanya, sehingga ia tidak malu kepada masyarakatnya; 3) Dipelihara Allah agar di masa mendatang tidak mengulangi perbuatan itu.

أَنْتَ مَوْلانَا maknanya ” Engkaulah Pelindung, Pemimpin kami, hanya kepada-Mu tempat berharap dan berserah diri, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan-Mu.”

فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ maknanya ” Bantulah kami dalam menghadapi kaum yang menentang agama-Mu dan mempersekutukan-Mu”.

Jika selesai membaca ayat ini, Mu’adz bin Jabal r.a. selalu membaca “Amin”.

Beberapa hadis yang berhubungan dengan ayat terakhir surat Al Baqarah diantaranya :

1) Ibnu Mas’ud r.a. mengatakan, bahwa Rasulullah saw. bersabda : ” Barangsiapa membaca dua ayat terakhir surat Al Baqarah di waktu malam, maka hal itu telah mencukupinya.” (HR. Bukhari)

Yaitu kebutuhan keselamatan dunia akhiratnya telah terpenuhi.

2) Abu Dzar r.a. mengatakan, bahwa Rasulullah saw. bersabda : “aku telah diberi penutup surat al Baqarah dari perbendaharaan di bawah ‘Arsy, yang tidak pernah diberikan kepada nabi sebelumku.”

3) Abdullah r.a. mengatakan, bahwa ketika Rasulullah saw. di Isra’kan ke langit dan dibawa ke Sidratul Muntaha di langit ke tujuh, puncak dari semua yang naik dari bumi, juga tempat turunnya apa yang ada di atasnya, nabi saw. membaca : “Ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh apa yang meliputinya”, dan bersabda, “Hamparan dari emas”. Kemudian Nabi saw. diberi tia macam : 1. Salat lima waktu, 2. Akhir surat Al Baqarah, 3. Ampunan bagi siapa yang tidak syirik dari umatnya semua dosa yang besar.” (HR. Muslim)

4) Uqbah bin Umar al-Juhani r.a. mengatakan, bahwa Rasulullah bersabda : ” Bacalah dua ayat terakhir dari surat Al Baqarah karena aku diberi keduanya dari perbendaharaan di bawah ‘Arsy.” (HR. Ahmad)

5) Hudzaifah r.a. mengatakan, bahwa Nabi saw. bersabda : “Kami mendapatkan kelebihan dibanding semua umat mausia dengan tiga. Aku diberi dua ayat terakhir surat Al Baqarah dari perbendaharaan di bawah ‘Arsy, yang tidak pernah diberikan kepada seorang pun sebelumku dan tidak akan diberikan kepada seorang pun sesudahku.” (HR. Ibnu Murdawaih)

6) Ali r.a. berkata, ” Aku tidak melihat seorang yang mengerti Islam tidur, melainkan terlebih dahulu membaca ayat Kursi dan penutup surat al Baqarah. Sebab, keduanya itu merupakan perbendaharaan yang diberikan kepada Nabimu saw. dari bawah ‘Arsy.” (R. Ibnu Murdawaih)

7) An-Nu’man r.a. mengatakan, bahwa Rasulullah saw. bersabda : “Sesungguhnya Allah telah menulis sebuah kitab sebelum menciptakan langit dan bumi sekitar dua ribu tahun, diturunkan daripadanya dua ayat penutup surat Al Baqarah, tidak dibaca di rumah sampai tiga malam, lalu rumah itu didekati oleh setan.” (HR. Tirmidzi) Yakni, jika dibaca dalam rumah, maka rumah itu tidak akan didekati setan.

8) Ibnu Abbas r.a. mengatakan, bahwa Nabi saw. membaca akhir surat al Baqarah dan ayat Kursi, lalu bersabda, “Sesungguhnya keduanya dari perbendaharaan Tuhan di bawah ‘Arsy.” (HR. Ibnu Murdawaih)

9) Ma’qal bin Yassar r.a. mengatakan, bahwa Nabi saw. bersabda : “Aku telah diberi surat Al Fatihah dan penutup surat Al Baqarah dari bawah ‘Arsy dan tambahan surat-surat al-Mufasshal.” (HR. Ibnu Murdawaih)

10) Ibnu Abbas r.a. mengatakan, bahwa Nabi saw. duduk bersama Jibril, tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Jibril melihat ke langit dan berkata, “Itu pintu langit telah dibuka, yang sebelumnya tidak pernah dibuka.” Lalu turunlah malaikat dan langsung menghadap kepada Nabi saw. sambil berkata, “Terimalah kabar gembira atas dua cahaya yang diberikan kepadamu dan belum pernah diberikan kepada seorang Nabi pun sebelummu, yaitu surat Al Fatihah dan penutup surat Al Baqarah. Tiada engkau membaca satu huruf dari keduanya, melainkan engkau pasti akan diberinya.” (HR. Muslim dan Nasa’i)

Anas bin Malik r.a. mengatakan, bahwa ketika ayat 285 ini turun, Rasulullah saw. menyambutnya dengan sabdanya, “Selayaknya ia beriman.” (HR. Hakim)

Catatan :

Dikutib dari “Terjemah Singkat Tafsir Ibnu Katsir”, oleh H. Salim Bahreisy dan H. Said Bahreisy, PT. Bina Ilmu, Surabaya, 2004.

 

 

 

 

 

 

 

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: