Oleh: 88anang | April 4, 2010

Surat Al Baqarah, ayat 284



Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Al Baqarah : 284)

Menurut Ibnu Katsir dalam ayat ini Allah menyatakan kebesaran-Nya yang meliputi langit dan bumi serta mengetahui semua yang terang maupun yang tersembunyi dalam hati dan tiada yang mengetahui kecual Allah sendiri, dan Allah mengancam akan mengadakan perhitungan terhadap semua perbuatan lahir bathin, terang dan samar. Allah dapat mengadakan perhitungan atas semua itu.

Turunya ayat ini dirasa berat oleh para sahabat dan para sahabat merasa khawatir (takut0 kalau dituntut atas semua perasaan dan gejolak dalam hati yang tidak dapat ditahan. Ini merupakan cerminan (contoh) betapa tingginya tingkat keimanan para sahabat Nabi saw.

Abu Hurairah r.a. menuturkan, bahwa ketika ayat 284 surat Al Baqarah ini turun, terasa berat bagi sahabat Nabi saw., maka mereka datang bersimpuh dihadapan nabi saw. Dan berkata ” Ya Rasulullah saw., kami diwajibkan melaksanakan beberapa amal yang dapat kami lakukan, yaitu salat, puasa, zakat, jihad, dan kini telah turun ayat yang kami tidak sanggup melaksanakannya.” Demi mendengar hal itu kemudian Rasulullah saw. bersabda, “Apakah kalian akan berkata sebagaimana ahli kitab yang sebelummu: ‘Kami mendengar, tapi kami melanggarnya‘. Sebaliknya kalian harus berkata, ‘Kami mendengar dan taat. Kami mohon ampun kepada-Mu dan kepada-Mu kami akan kembali‘.” Ketika mereka mengucapkan kalimat itu berulang-ulang, Allah menurunkan ayat lanjutannya.

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Sa’id bin Marjanah yang mengatakan, bahwa ketika ia duduk bersama abdullah bin Umar tiba-tiba ia membaca ayat 284 ini, lalu Abdullah bin Umar berkata, “Demi Allah, andaikata Allah menuntut kemi dengan itu, niscaya kami binasa.” Kemudian ia menangis, hingga nafasnya terdengar sesak. Kemudian Ibnu Marjanah bangkit dan pergi ke tempat Abdullah bin Abbas, lalu menceritakan apa yang dikatakan dan dilakukan oleh Ibnu Umar. Ibnu Abbas berkata, “Semoga Allah mengampuni Abu Abdurrahman, sungguh kaum muslimin dahulu merasa sedih sebagaimana ketika ayat ini baru diturunkan hingga allah menurunkan ayat yang berikutnya: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya“, hingga akhir surat.

Sebenarnya bisikan hati itulah yang kaum muslimin tidak sanggup mengelakkannya, sehingga diterangkan oleh Allah, bahwa yang dimaksud ialah perbuatan atau perkataan.

Abu Hurairah r.a. mengatakan, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah memaafkan untukku dan umatku apa-apa yang tergerak dalam hati, selama belum dikatakan atau dilakukan.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Jama’ah)

Abu Hurairah r.a. juga mengatakan, bahwa Rasulullah saw. bersabda : “Allah berfirman: ‘Jika hamba-Ku berniat akan berbuat dosa, maka jangan dicatat. Dan jika dikerjakan, maka catatlah satu dosa. Jika ia berniat berbuat baik dan tidak dikerjakan catatlah untuknya satu kebikan. Dan jika dikerjakan, catatlah untuknya sepuluh kebaikan‘.” (HR. Bukhari-Muslim)

Rasulullah saw. bersabda, “Jika seseorang berbuat baik dalam Islamnya, maka untuknya dalam setiap amal kebikan dicatat sepuluh kali sampai tujuh ratus kali lipat. Dan setiap perbuatan dosa hanya dicatat sebanyak dosa itu, yakni satu, hingga bertemu dengan Allah Azzs wajalla.” (HR. Muslim)

Ibnu Abbas r.a. mengatakan, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah menetapkan kebaikan dan kejelekan kemudian menjelaskannya. Barangsiapa yang berniat berbuat kebaikan lalu tidak dikerjakannya, maka dicatat di sisi Allah sebagai satu kebaikan yang semhwa purna dan apabila ia berniat dan mengerjakannya, maka dicatat untuknya sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat bahkan dapat lebih dari itu. Dan jika berniat berbuat dosa dan tidak dikerjakannya, maka dicatat satu kebaikan, dan jika berniat berbuat kejelekan kemudian dikerjakannya, maka dicatat di sisi Allah satu kejelekan.”

Abu Hurairah r.a. menuturka, bahwa beberapa sahabat datang kepada Rasullullah saw. dan bertanya, “Sesungguhnya kami kini merasakan dalam hati apa-apa yang kami anggap berdosa jika kami ucapkan.” Nabi saw. bertanya, “Apakah kalian telah merasakan yang demikian itu?” Jawab mereka, “Ya.” Maka Nabi saw. bersabda, “Itulah intisarinya iman.” (HR. Muslim)

Shalwan bin Muhriz menuturkan, bahwa ketika ia thawaf bersama Abdullah bin Umar r.a. tiba-tiba ada seorang yang menegurnya dan bertanya, “Ya Ibnu Umar, apakah yang anda dengar dari Rasulullah saw. tentang bisik-bisik?” Ibnu Umar menjawab, bahwa ia telah endengar Rasulullah saw. bersabda, “Seorang mukmin akan mendekat kepada Tuhan, sehingga ditutupi oleh Tuhan, lalu diingatkan akan dosa-dosanya, ‘Ingatlah dosa ini?’ Jawab hamba, ‘Aku ingat, aku ingat’, hingga setelah diingatkan beberapa dosa, lalu Allah berfirman, ‘Aku telah menutupi semua ini untukmu di dunia, dan kini aku ampunkan untukmu hari ini’. Kemudian kepadanya diserahkan catatan amal kebaikannya dengan tangan kanannya. Adapun orang-orang kafir dan munafik dipanggil di muka umum, lalu dikatakan kepada mereka, ‘Merekalah orang-orang yang telah mendustakan Allah, ingatlah kutukan Allah terhadap orang yang zalim.” (HR. Bukhari-Muslim)

Catatan :

1. Dikutip dari “Terjemah Singkat Tafsir Ibnu Katsir” oleh H. Salim Bahreisy dan H. Said Baahreisy. Penerbit PT. Bina Ilmu, Surabaya, 2004.

2. Alqur’an diunduh dari http://www.indoquran.com/, diakses tgl. 4 April 2010.

 


 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: