Oleh: 88anang | Mei 28, 2009

KRUK

Tadi pagi (Kamis 28 Mei 2009) saya melihat tayangan berita dari stasiun TV Trans7 yang mewartakan kreatifitas seorang ibu dalam membuat kruk (alat penyangga tubuh agar bisa berjalan) untuk putrinya yang masih kecil, yang kebetulan lumpuh dan tidak bisa berjalan.
Menyaksikan tayangan tersebut mata saya berkaca-kaca dan dada rasanya sesak serasa ingin menangis karena terharu. Dalam hatipun saya mengucap “Maha Suci Allah”. Yang lebih membuat terharu lagi, kruk tersebut terbuat dari kayu bakar untuk memasak yang ada dirumahnya. Kayu bakar. Ya, kayu bakar, karena memang keluarga ibu tersebut adalah keluarga (maaf) miskin. Demi cinta dan kasihnya kepada anaknya, ibu tersebut, meskipun dengan sarana terbatas, berkreasi menciptakan alat untuk membahagiakan putrinya yang ia cintai. Maha Suci Allah yang telah melimpahkan rahman dan rahimNYA pada ibu tersebut.
Usai menyaksikan tayangan tersebut ingatan saya langsung tertuju pada situasi negara saat ini. Ditengah hiruk pikuk para elit yang memperebutkan “sepotong” kue nan lezat dan menggiurkan serta menerbitkan syahwat kekuasaan, mampukah tayangan berita Trans7 tersebut menggugah atau mengusik, sedikit, nurani terdalam mereka-mereka (para elit, kata orang) yang tengah “mabuk” berburu kemegahan kekuasaan. Benak pun mengatakan, “entahlah saya tidak tahu.” Ya, saya tidak tahu. Saya tidak tahu apakah nanti akan muncul dan ada perhatian, simpati, atau empati yang diberikan sebagai “bungkus” kepentingan. Saya tidak tahu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: