Oleh: 88anang | Maret 17, 2010

Sayyidina Ali tentang Ilmu

Pada suatu masa Rasulullah saw berkata : ” Aku adalah kota (gudang) ilmu, sedangkan Ali adalah gerbangnya”.

Perkataan Rasulullah ini pun segera menyebar yang akhirnya didengar oleh kaum Khawarij, suatu kaum yang menyimpan kedengkian kepada Ali. Mendengar sabda Nabi tersebut bertambahlah kedengkian kaum Khawarij. Muncullah niat jahat mereka untuk mempermalukan dan sekaligus menjatuhkan Ali. Mereka ingin menguji dan menjajagi kecerdikan serta ketangkasan Ali dengan cara menanyakan satu masalah. Jika jawaban atas masalah tersebut dijawab Ali dengan jawaban yang tidak sama, maka benarlah kalau Ali benar-benar seorang alim yang cerdik sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Muhammad saw. Diutuslah 10 orang dari kaum Khawarij untuk menanyakan masalah tersebut kepada Ali. Masalah yang dipertanyakan adalah ” lebih utama mana antara ilmu dengan harta.”

Berikut tanya jawab antara ali dengan 10 utusan kaum Khawarij :

Khawarij 1 (K1) : “Hey Ali, lebih utama mana ilmu dengan harta?”

Ali (A) : “Jelas lebih utama ilmu daripada harta. Ilmu adalah merupakan pusaka para nabi, sedangkan harta adalah warisan Qarun, Fir’aun dan lainnya”.

K1 : “Benar. Aku mengakui”. Kemudian K1 berlalu.

K2 : “Baiklah Ali. Tadi pertanyaan K1 sudah kau jawab dengan benar. Sekarang giliranku” kata K2. “Aku mau bertanya, lebih utama mana ilmu dengan harta ?”

Ali (A) : dengan tenang menjawab ” Ilmu lebih utama dari pada harta. Sebab ilmu dapat menjaga kamu, sedangkan harta, maka kamulah yang (harus) menjaganya”.

Tanpa sepatah katapun K2 berlalu. Selanjutnya giliran K3.

K3 : “Langsung saja Ali, lebih utama mana ilmu dengan harta”.

Masih dengan nada yang tenang Ali menjawab, ” Ilmu lebih utama dari pada harta, karena orang yang kaya harta banyak musuhnya (kalau kikir bin bakhil, tambahan dari penulis), sedangkan orang yang kaya ilmu banyak sahabatnya”.

K3 : “OK lah kalau begitu”. (he he he … meniru syair lagunya Warteg Boys nih)

Muncullah K4 dengan pertanyaan yang sama, lebih utama mana ilmu dengan harta.

Jawaban Ali : ” Ilmu lebih utama dari pada harta”. “Anda tahu mengapa?” tanya Ali tiba-tiba. K4 tidak mengira akan mendapatkan pertanyaan tersebut. Melihat K4 tetap aja diam Ali menjawab sendiri pertanyaan yang ia ajukan “sebab harta kalau dibelanjakan menjadi berkurang, sedangkan ilmu kalau diberikan atau diamalkan malah bertambah”.

“Ooo.. gitu tho” batin K4 sembari berlalu tanpa pamit pada Ali. Untuk selanjutnya giliran K5 yang mengajukan pertanyaan. Pertanyaannya masih tetap sama dengan yang terdahulu. Sayyidina Ali pun menjawab bahwa “Ilmu lebih utama dari pada harta karena orang yang banyak hartanya dipanggil dengan sebutan bakhil (plus kikir kalau tidak pernah membelanjakan hartanya di jalan Allah, pen), sedangkan orang yang banyak ilmunya disebut dengan agung.”

Datang lagi utusan Khawarij (K6) dengan senyam-senyum bertanya, “Ali, menurut kamu lebih utama mana ilmu dengan harta itu?”

Ali : “Ilmu lebih utama dari pada harta. Sebab ilmu tidak perlu penjagaan dari pencuri, sedangkan harta harus dijaga dari pencuri.”

“Bagaimana, setuju?” lanjut Ali kemudian. “He’eh aku setuju.” jawab utusan tersebut.

Kali ini giliran utusan ke 7 (K7) yang datang dan mengajukan pertanyaan ” Lebih utama mana ilmu dengan harta?”

Ali menjawab, ” Ilmu lebih utama dari pada harta. Sebab pada hari kiamat nanti orang yang banyak harta pasti akan dihisab (ditanyakan dari mana sumber harta itu, bagaimana mendapatkannya, serta digunakan untuk apa. Apakah digunakan di jalan Allah atau jalan yang lain, pen), sedangkan orang yang berilmu dapat memberikan syafa’at pada hari kiamat kelak”.

Mendapat jawaban dari Ali tersebut K7 manggut-manggut, entah paham atau tidak. Setelah K7 berlalu, datanglah utusan ke 8 (K8) menghadap Ali dengan mengajukan satu pertanyaan “Lebih utama mana ilmu dengan harta?”. Ali pun menjawab, ” Ilmu lebih utama dari pada harta. Karena, lamanya pengangguran dalam melewatkan waktu harta dapat rusak dan habis, sedangkan ilmu tidak akan rusak dan tidak akan habis (malah bertambah jika diamalkan, pen)”. Entah apa yang ada dalam benak utusan tersebut, tanpa sepatah kata pun ia berlalu begitu saja.

Kini saatnya giliran utusan ke 9 (K9) yang datang dihadapan Ali. Nampaknya K9 ini orang yang berilmu terlihat dari bicaranya. Setelah berbasa-basi sebentar utusan kaum Khawarij itu mengajukan pertanyaan yang singkat ” Ilmu dengan harta lebih utama mana?”. Jawaban Sayyidina Ali, “Ilmu lebih utama dari pada harta. Sebab harta dapat menjadikan padatnya perasaan, sedangkan ilmu dapat menerangi hati”. Setelah mendapat jawaban dari Ali utusan ini pun pamit mengundurkan diri.

Saatnya utusan yang terakhir (K10) datang menghadap Ali juga dengan satu pertanyaan “lebih utama mana ilmu dengan harta?”.

Sejenak Ali terdiam lalu menjawab “Ilmu lebih utama dari pada harta sebab orang yang memiliki harta maka dengan banyaknya harta yang ia miliki ia sering mengakui sifat ketuhanan, sedangkan orang yang berilmu dapat merealisir ibadah”.

Setelah mendapat jawaban, K10 pun berlalu. Kemudian Ali berkata “Andaikata mereka bertanya kepadaku dari satu masalah itu, tetap saya jawab dengan jawaban yang berlainan (berbeda) selama saya masih hidup”. Tidak lama kemudian ke sepuluh utusan tersebut bersama-sama menghadap kepada Ali radiyallahu’anhu sembari menyatakan menyerah serta mengakui kepandaian dan kecerdikan Ali.

 

Ket :

Dikutib dari terjemah Al Mawa’idhul Ushfuriyah dengan beberapa kreasi dan penambahan dari penulis.

About these ads

Responses

  1. Amin. Trima kasih mas Arif

  2. Trima kasih mas Muhammad karim. Silakan kalau mau di share ke fb anda.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: